Contoh Surat Pemesanan Hotel

Umumnya dalam suatu perusahaan, karyawan ditugaskan untuk melaksanakan pertemuan atau pekerjaan di luar kota. Selama tugas perusahaan tersebut, delegasi atau karyawan yang ditugaskan diberi layanan penginapan. Berikut contoh surat untuk memesan kamar hotel untuk keperluan tugas dinas.

Contoh Surat Pemesanan Hotel

Pengertian dan Fungsi Surat

Surat merupakan salah satu jenis sarana komunikasi tertulis dengan menggunakan media kertas. Surat terdiri dari banyak jenis (silahkan simak artikel jenis surat), umumnya berisi tentang keterangan, informasi, ajakan, permintaan, gugatan, dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian surat menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
  1. Menurut O. Setiawan Djuharie dan Teddy Sutandi, menyebutkan bahwa surat adalah komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi berupa pernyataan atau pesan kepada pihak-pihak lain yang memiliki keperluan dengan pihak tertentu.
  2. Menurut Dra. Sedarmayanti, M.Pd, surat adalah alat komunikasi tertulis dari satu pihak yang diperuntukkan kepada pihak lain untuk menyampaikan suatu berita.
  3. I.G. Warsanto menjelaskan bahwa surat merupakan sejenis warkat yang digunakan untuk berkomunikasi antara pihak satu kepada pihak lain dengan memanfaatkan kertas dengan ukuran tertentu.


Di masa sekarang ini tidak banyak orang atau perusahaan yang memanfaatkan surat konvensional untuk keperluan komunikasi karena telah digantikan posisinya oleh e-mail atau surat elektronik. Meskipun begitu surat masih bertahan karena kelebihan yang dimilikinya. Kelebihan dari surat adalah sebagai berikut:
  1. Praktis, surat mampu memuat informasi yang panjang bahkan menyampaikan rahasia dengan biaya yang dapat dijangkau sampai masyarakat kelas bawah.
  2. Efektif, informasi yang disampaikan sesuai sumber tanpa pengurangan kata atau penggunaan istilah yang sulit dipahami pembaca.
  3. Ekonomis, biaya pembuatan dan pengiriman lebih murah daripada sarana komunikasi lain. 


Surat juga memiliki banyak fungsi, yaitu:
  1. Surat sebagai sarana berkomunikasi
  2. Surat sebagai wakil dari pembuat surat yang membawa pesan kepada penerima surat.
  3. Surat sebagai sumber data yang dapat digunakan sebagai petunjuk atau keterangan untuk ditindaklanjuti.
  4. Surat sebagai bahan bukti karena bentuknya tertulis dan dapat disimpan sehingga di masa mendatang dapat dilihat kemabli untuk membuktikan sesuatu dalam surat tersebut.
  5. Surat sebagai pengingat aktivitas yang dilakukan pada waktu sebelumnya.
  6. Surat sebagai pengikat pihak-pihak dengan kekuatan hukum seperti dalam surat perjanjian
  7. Surat sebagai jaminan, seperti dalam surat jalan untuk karyawan atau pekerja lapangan berguna untuk menjamin keamanannya selama dalam perjalanan
  8. Surat sebagai alat promosi perusahaan atau lembaga yang mengirimkan surat. Terkadang surat disertai dengan brosur atau katalog untuk menawarkan produk tertentu pada penerima surat.


Sumber:
NS, Triharjanto. (2009). Panduan Praktis Menulis Surat. Yogyakarta: Hanggar Kreator

Pengelompokan dan Jenis surat

Kegiatan surat-menyurat sampai saat ini masih banyak dimanfaatkan baik organisasi, perusahaan, atau perseorangan untuk mempermudahkegiatan komunikasi. Surat sendiri memiliki banyak jenis. Berikut adalah penjelasan surat berdasarkan pengelompokannya.

1. Berdasarkan sifatnya, surat dikelompokkan menjadi 
a. Surat pribadi, ditulis seseorang yang menyangkut keperluan pribadi.
b. Surat resmi, surat yang berisi mengenai tugas dalam suatu lembaga atau organisasi.
c. Surat sosial, surat yang berisi tentang kepentingan sosial dan umumnya dibuat oleh lembaga sosial.
d. Surat niaga, surat bisnis yang dibuat oleh badan usaha yang berisi tentang kepentingan bisnis.
e. Surat dinas, surat yang dibuat oleh instansi pemerintahan yang berisi mengenai kepentingan dinas.

2. Berdasarkan wujudnya, surat dikelompokkan menjadi
a. Kartu pos, selembar kertas yang cukup tebal (karton) untuk menulis surat pendek yang tidak perlu dirahasiakan karena kartu pos umumnya tidak perlu dimasukkan amplop.
b. Warkat pos, selembar kertas yang dibuat menjadi sampul tertentu dimana bagian dalam sampul tersebut digunakan untuk menulis surat yang umumnya lebih panjang dan lebih dirahasiakan daripada kartu pos.
c. Surat bersampul, surat ini merupakan jenis surat yang kita gunakan pada umumnya. Isi surat ditutup oleh sampul agar tidak terbaca oleh pihak lain yang tidak berkepentingan, dapat mengirimkan berita lebih panjang, dan terlihat sopan untuk diterima pihak penerima surat.
d. Memorandum/nota, surat internal dalam suatu kantor yang berisi mengenai permintaan dan pemberian informasi dan petunjuk tertentu.
e. Telegram, berita atau informasi berupa tulisan yang dikirim melalui alat (pesawat) telegraf.

3. Berdasarkan keamanan isinya, surat dikelompokkan menjadi,
a. Sangat rahasia, surat yang tidak diperkenankan dilihat oleh pihak lain yang tidak berkepentingan, seperti surat yang berisi rahasia perusahaan tertentu.
b. Rahasia, sama seperti surat sangat rahasia tetapi tingkat kerahasiaannya tidak setinggi surat ssangat rahasia. Contoh dari surat ini dapat berupa surat laporan keuangan perusahaan.
c. Konfidensial, surat ini hanya boleh diketahui pihak yang dituju dalam surat tersebut.
d. Biasa, surat ini juga bersifat pribasdi tetapi apabila diketahui pihak lain tidak menimbulkan kerugian tertentu sama halnya jenis surat lain.

4. Berdasarkan proses penyelesaian, surat dikelompokkan menjadi
a. Sangat segera, pembuatan surat harus segera diselesaikan dan dikirim serta harus diprioritaskan.
b. Segera, surat harus diselesaikan dan dikirim tetapi tidak perlu menjadi prioritas utama.
c. Biasa, surat ini tidak harus diselesaikan dan dikirim secara segera yang umumnya menggunakan perangko biasa saat dikirim.

Referensi:

Pengertian dan Jenis Jenis Surat Niaga

Surat niaga adalah surat yang umumnya digunakan untuk kepentingan bisnis atau perdagangan. Oleh karena itulah, surat niaga juga biasa disebut dengan surat bisnis. Surat niaga ini dikelarkan oleh perusahaan atau badan usaha lainnya untuk mempermudah kegiatan usahanya. 

Surat niaga terdiri dari berbagai macam jenis, antara lain:

1. Surat Perkenalan
Surat perkenalan adalah surat yang dibuat oleh perusahaan yang bertujuan memperkenalkan usahanya baik barang maupun jasa kepada perusahaan atau pihak lain yang dituju.

Surat perkenalan biasanya berisi tentang produk yang ditawarkan, keunggulan produk, perurahaan yang telah menggunakan produk tersebut, harga produk, bahkan promo.

2. Surat Penawaran
Surat penawaran adalah surat yang dibuat oleh penjual yang bertujuan untuk menawarkan produknya baik barang maupun jasa. Surat penawaran biasanya dibuat atas inisiatif perusahaan atau untuk membalas surat permintaan penawaran. Silahkan lihat contoh di contoh surat penawaran.

3. Surat Permintaan Penawaran
Surat yang dibuat oleh calon pembeli kepada perussahaan penjual yang berisi tentang permintaan untuk menawarkan produk yang dimiliki perusahaan tersebut. surat ini biasanya berisikan permintaan secara merinci mengenai katalog produk, harga, promo, dan lain sebagainya. Silahkan lihat contohnya di contoh surat permintaan penawaran.

4. Surat Pesanan
Surat pesanan adalah surat yang dibuat oleh calon pembeli kepada perusahaan penjual yang berisi tentang produk atau layanan yang akan dibeli oleh calon pembeli. Simak contoh surat di contoh surat pesanan.

5. Surat Konfirmasi Pesanan
Surat konfirmasi pesanan adalah surat yang dibaut oleh penjual yang ditujukan kepada calon pembeli untuk memastikan barang/jasa apa saja yang dipesan, harga total pemesanan, cara pembayaran, dan detail pengiriman.

6. Surat Pemberitahuan Pengiriman Barang
Surat pemberitahuan pengiriman barang dibuat oleh penjual setelah penjual dan pembeli setuju dengan aturan pemesanan yang dilakukan. Surat ini memberitahukan kepada pembeli bahwa barang siap untuk dikirim dan pemberitahuan mengenai kondisi barang dan asuransi juka ada.

7. Surat Penolakan Pesanan
Surat penolakan pesanan dibuat oleh penjual apabila penjual tidak dapat menyetujui permintaan dari pembeli karena alasan tertentu.

8. Surat Penagihan
Surat penagihan dibuat jika proses jual-beli barang/jasa bersifat utang. Surat ini diuat oleh penjual untuk memberitahukan kepada pembeli saat pembayaran atau waktu pembayaran jatuh tempo. Simak lebih lanjut di contoh surat penagihan.

9. Surat Pengiriman Pembayaran
Surat pengiriman pembayaran dibuat oleh pembeli seelah menerima barang yang dipesan. Surat disertai dengan jumlah uang yang dibayarkan, metode pembayaran, dan bukti pembayaran.

10. Surat Pengangguhan Pembayaran
Surat penangguhan pembayaran dibuat oleh pembeli atas surat tagihan yang dikirim penjual. Surat ini biasanya dibuat karena pembeli tidak bisa membayar dalam waktu tertentu atau penjelasan lain yang mengakibatkan kegiatan pembayaran belum terlaksana.

11. Surat Jawaban Pengangguhan Pembayaran
Surat jawaban penangguhan pembayaran dibuat oleh penjual atas surat penangguhanpembayaran dari pembeli. Surat ini dapat berisi penolakan penangguhan, atau persyaratan pembayaran yang baru.

12. Surat Pengaduan/Komplain
Surat pengaduan dibuat oleh pembeli karena produk yang didapat mengalami cacat atau tidak sesuai dengan pesanan.

13. Surat Jawaban Pengaduan
Surat jawaban pengaduan dibuat oleh penjual sebagai balasan atas surat pengaduan dari pembeli. Surat ini berisi tentang permintaan maaf dan pemecahan masalah tersebut.

Sumber:
NS, Trihardjanto. (2009). Panduan Praktis Menulis Surat. Yogyakarta: Hanggar Kreator

Bagian - bagian Surat

Surat yang kita lihat atau buat pada umumnya memiliki bagian-bagian tertentu yang selalu ada dalam surat. Bagian-bagian ini memiliki fungsi dan peranannya masing-masing. Apa saja bagian dari surat tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Kepala surat
Kepala surat atau biasa disebut dengan kop surat adalah salah satu bagian surat yang menunjukkan instansi atau perusahaan yang mengirimkan surat. Fungsi dari kop surat adalah sebagai alat pengenal, sebagai pemberi informasi, sebagai tanda iklan.

2. Tanggal pembuatan surat
Tanggal surat menunjukkan kapan surat itu dibuat. Tanggal surat biasanya ditulis di bagian kanan atau kiri atas surat tergantung bentuk surat. Ada beberapa surat yang menyertakan tempat/kota penulisan surat sebelum menulis tanggal. Tetapi untuk surat yang sudah memiliki kop surat, penulisan kota pembuatan surat tidak perlu karena sudah tertera dalam kop surat.

3. Nomor surat
Nomor surat biasanya terdapat pada surat yang diterbitkan perusahaan atau instansi pemerintahan yang berguna sebagai nomor pencatatan petugas administrasi, sebagai petunjuk yang memudahkan dalam pencarian surat kembali, dan sebagai petunjuk jumlah surat yang keluar dalam waktu tertentu.

4. Hal
Hal atau perihal adalah salah satu bagian surat yang berisi mengenai inti surat, pokok permasalahan surat, dan dapat digunakan sebagai referensi bagi petugas administrasi.

5. Lampiran
Bagian ini menunjukkan bahwa surat tersebut disertai dengan dokumen lain. Bagian lampiran ini juga menunjukkan berapa banyak lampiran dokumen yang ada bersama dengan surat tersebut.

6. Alamat dalam
Alamat dalam ini berisi tentang siapa dan dimana surat ini ditujukan. Penulisan di dalam surat ini salah satunya bertujuan untuk menghindarinya salah kirim surat atau kemungkinan adanya kesalahan penulisan alamat pada sampul surat.

7. Salam pembuka
Salam pembuka umumnya berupa satu kalimat pendek sebagai penghormatan kepada pihak penerima surat. 

8. Pembuka surat
Pembuka surat adalah paragraph pendahuluan sebagai pengantar ke topik permasalahan. Kalimat di paragraph ini umumnya berupa basa-basi atau pengulangan isi surat sebelumnya apabila surat balasan.

9. Isi surat
Isi surat adalah inti dari keseluruhan surat. Isi surat bisa lebih dari saru paragraph tergantung kepentingan penulis surat. Meskipun begitu, penulisan isi surat harus jelas dan tidak bertele-tele.

10. Penutup surat
Penutup surat umumnya hanya satu paragraf yang berisi harapan dan ucapan terima kasih kepada penerima surat. 

11. Salam penutup
Salam penutup ini sebagai penghormatan kepada penerima surat. 

12. Tanda tangan
Tanda tangan di dalam surat menunjukkan keaslian surat, berarti surat tersebut benar-benar telah ditulis oleh sumber sesuai yang tertera dalam surat tersebut dan dapat dipertanggungjawabkan.

13. Nama dan jabatan penanda tangan
Di bagian bawah tanda tangan biasanya disertai nama dan jabatan penandatangan surat tersebut agar benar-benar jelas siapa yang telah menulis surat.

Contoh Surat Pemecatan atau Pemutusan Hubungan Kerja

Penerimaan dan pemecatan karyawan adalah hal yang wajar dalam suatu perusahaan. Jika dalam penerimaan karyawan ada surat panggilan kerja, maka ketika melakukan pemutusan hubungan kerja juga diperlukan surat pemecatan atau surat pemberhentian tenaga kerja.

Surat pemecatan atau surat pemberhentian tenaga kerja adalah surat pemberitahuan resmi dari perusahaan yang isinya mengenai pemberhentian karyawan atau pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya.

Dalam surat pemecatan, dituliskan mengenai alasan pemecatan dan waktu mengenai kapan karyawan tersebut mulai tidak bekerja, serta keterangan lain yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh surat pemecatan atau surat pemutusan hubungan kerja berikut ini.


Simak juga: Contoh Surat Perjanjian Kerja untuk Dosen Kontrak

Contoh Surat Pemecatan atau Surat Pemutusan Hubungan Kerja



PT Amarilis Group
Jalan Jendral Sudirman 99, Komplek Industri Baja,
Bogor
--------------------------------------------------------------------------------------
Rabu, 25 Januari 2017


Kepada,
Ir Mahdi Salim.

Krisis yang dialami oleh Indonsia menyeret Amarilis Group untuk menghadapi penurunan pasar besar -besaran. Oleh karena itu, sekali lagi kami terpaksa harus mengevaluasi tenaga kerja yang kami butuhkan. Surat ini merupakan pemberitahuan resmi bahwa Anda akan diberhentikan terhitung mulai tanggal 1 Februari 2017.

Mohon dipahami bahwa pemberhentian ini sama sekali tidak terkait dengan kinerja Anda. Kami sangat menghargai kerja keras dan inisiatif yang telah Anda tunjukkan pada Amarilis Group.

Kantor Personalia kami akan melakukan berusaha untuk membantu layanan setelah Anda tidak lagi bekerja di Amarilis Group. Jika Anda membutuhkan referensi untuk pekerjaaan baru, silahkan menghubungi kami.

Salam hormat,

Ttd

Diwan Badarudin, M.H

Kepala Staf Personalia

Contoh Surat Perjanjian Kerja untuk Dosen Kontrak

Ketika mengikatkan diri untuk bekerja pada suatu perusahaa, lembaga, atau pun organisasi, maka kita akan membutuhkan surat perjanjian kerja atau surat kontrak kerja. Di dalam surat perjanjian kerja ini, di dalamnya harus memuat berbagai hal secara mendeatail mengenai hal -hal terkait hak dan kewajiban para pihak.

Hak dan kewajiban dari pihak pertama atau pihak kesatu selaku pemberi kerja harus ditulis secara jelas. Begitu pula dengan hak dan kewajiban dari pihak kedua juga harus ditulis secara jelas. Selain hak dan kewajiban, sanksi atas adanya pelanggaran yang dilakukan terhadap kontrak kerja juga perlu dicantumkan.

Dengan penulisan surat perjanjian kerja atau surat kontrak kerja yang jelas, maka diharapkan tidak akan ada masalah yang timbul terkait perselisihan paham mengenai hak dan kewajiban ini. Untuk itu, penulisan surat perjanjian kerja ini memang sangat penting.

Untuk memahami bagaimana cara menulis surat perjanjian kerja, berikut ini terdapat contoh surat perjanjian kerja yang bisa dijadikan referensi. Contoh surat perjanjian kerja ini dibuat dengan konsep pengikatan kerja untuk dosen kontrak.

Simak juga: Contoh Surat Perintah Kerja dalam Rangka Tugas Dinas


SURAT PERJANJIAN KERJA
No. 111/NUA/SS/X/2016

Pada hari ini Senin, tanggal 24, bulan Oktober, tahun 2016, yang bertanda tangan di bawah ini :
I
Nama
: Prof. Dr. Dirga Raga Raharja

NIP/ NIK
: 19550101 19850101 1 001

Jabatan
: Rektor
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Universitas Unggul Abadi yang berkedudukan di Jl Jaya Wijaya Kota Yogyakarta, yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kesatu.
II
Nama
: Riana Rika Ratih, S.IP, M.A.

Tempat, tanggal lahir
: Klaten, 11 Januari 1989

Pendidikan
: S 2 Ilmu Politik

Alamat
: Jalan Merapi Raya 11, Klaten, Jawa Tengah.
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Melalui surat perjanjian kerja ini, Pihak Kesatu dan Pihak Kedua sepakat untuk mengadakan perjanjian kontrak kerja dengan ketentuan dan syarat -syarat sebagai berikut :

Pasal 1
Pihak Kesatu sepakat menerima Pihak Kedua yang ditetapkan sebagai tenaga Dosen Tidak Tetap (Kontrak) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang ditugaskan pada Jurusan/ Bagian/ Prodi Ilmu Administrasi Negara untuk melakukan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menjalankan kewajiban minimum 24 (dua pulih empat) sks setiap semesternya dengan rincian mengajar minumun 3 (tiga) sks.

Pasal 2
Perjanjian kontrak sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1 berlangsung dalam jangka waktu 2 (dua) tahun.

Pasal 3
Dalam menjalankan tugas sesuai masa perjanjian kontrak kerja yang berlaku, Pihak Kedua akan diberikan oleh Pihak Kesatu :
  1. Upah kerja sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah), per bulan yang akan dibayarkan pada akhir bulan, atau paling lambat tanggal 2 pada bulan berikutnya.
  2. Uang makan sebesar Rp 30.000 (tiga puluh ribu) per hari kerja sesuai dengan kehadiran.
  3. Perlindungan  kesehatan yang pengelolaannya bekerjasama dengan BPJS kesehatan Kantor Wilayah DIY dengan iuran yang dibayarkan secara penuh oleh Pihak Kesatu.
  4. Pemberian Tunjangan Peningkatan Kinerja (TPK) 1 (satu) tahun sekali dengan ketentuan sebagai berikut :
    • Jika hasil evaluasi kinerja Dosen Kontrak bernilai sangat baik, TPK yang diberikan sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah)
    • Jika hasil evaluasi kinerja Dosen Kontrak bernilai baik, TPK yang diberikan sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).
    • Jika hasil evaluasi kinerja Dosen Kontrak bernilai cukup, maka tidak diberikan TPK.
  1. Biaya yang timbul dalam perjanjian kontrak kerja ini seluruhnya dibebankan pada anggaran Universitas Unggul Abadi tahun 2016.

Pasal 4
Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Kesatu, sebagai berikut :
  1. Mematuhi jam kerja secara ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Universitas Unggul Abadi
  2. Dosen Kontrak yang datang terlambat, pulang mendahului dan meninggalkan tempat tugas lebih dari 60 (enam puluh) menit, akan dianggap tidak masuk kerja/ tidak melaksanakan kewajibannya.
  3. Mengisi presensi setiap hari kerja yaitu saat datang dan saat akan pulang sesuai dengan ketentuan Universitas Unggul Abadi, serta menjaga sopan santun terhadap warga kampus maupun pengawas yang ditunjuk.
  4. Mematuhi hari kerja per bulan sesuai jumlah hari dalam kalender, kecuali pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur.
  5. Melaksanakan semua tugas atau perintah kerja dan petunjuk atau instruksi yang diberikan oleh atasannya, dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai Dosen, baik secara lisan dan tertulis dalam hal urusan kedinasan dengan sebaik-baiknya serta dengan penuh tanggung jawab serta melaporkan hasilnya kepada atasannya.
  6. Bertanggungjawab apabila terjadi kehilangan atau kerusakan terhadap barang -barang bergerak yang menjadi milik atau setidak -tidaknya berada di bawah kekuasaan Universitas Unggul Abadi yang diakibatkan karena kelengahan atau kelalaian Pihak Kedua.
  7. Atas yang terjadi sesuai pasal 4 ayat f, maka Pihak Kedua wajib membayar ganti rugi uang sebesar yang ditetapkan oleh Panitia Ganti Rugi, yang dibentuk oleh Rektor Universitas Unggul Abadi atau tim yang ditunjuk yaitu sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang secara ex officio.

Pasal 5
Pihak Kedua dalam menjalankan tugas sehari-hari diawasi dan dievaluasi oleh Pihak Kesatu atau pejabat yang ditunjuk.

Pasal 6
Pihak Kesatu dapat memberikan penghargaan berupa bantuan kesejahteraan lain, apabila Pihak Kedua dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dalam hal :
a.      Tidak pernah absen/ mangkir selama masa kontrak kerja berjalan.
b.      Tidak pernah datang terlambat dan pulang mendahului sesuai jam kerja yang telah ditentukan.
c.      Berbuat sesuatu yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk kemaslahatan orang banyak, khususnya bagi warga kampus.

Pasal 7
Pihak Kesatu dapat menjatuhkan sanksi berupa pemutusan hubungan kerja secara sepihak tanpa pesangon kepada Pihak Kedua, apabila Pihak Kedua:
a.      Tidak masuk kerja selama 14 (empat belas) hari secara berturut-turut tanpa ada pemberitahuan.
b.      Tidak masuk kerja /meninggalkan tempat tugas selama 5 (lima) hari tanpa menunjukkan surat keterangan dokter.
c.      Tidak melaksanakan tugas selama 20 (dua puluh) hari secara akumulasi dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan.
d.     Melakukan pelanggaran terhadap tanggung jawab dan kewajibanya serta menyalahi persyaratan yang telah disepakati.
e.      Telah mendapatkan peringatan secara lisan maupun tertulis selama masa kontrak kerja berlangsung, secara berurutan.
f.       Melakukan tindak kriminal sehingga Pihak Kedua patut diduga untuk dihukum selama-lamanya 3 (tiga) bulan.

Pasal 8
Kedua belah pihak memilih tempat tinggal tetap dan umum (domisili) mengenai perjanjian kontrak kerja ini dan segala akibat-akibatnya di Pengadilan Daerah Kota Yogyakarta.

Pasal 9

Segala sesuatu yang tidak atau belum diatur di dalam perjanjian kontrak kerja ini, akan diatur lebih lanjut dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku di lingkungan Universitas Unggul Abadi.

Pasal 11
Demikian perjanjian kontrak kerja ini dibuat dan ditandatangi oleh kedua belah pihak di atas, dengan kertas bermeterai cukup dalam rangkap 4 (empat), dengan kekuatan pembuktian yang sama dan didistribusikan kepada :

Lembar pertama untuk Pihak Kesatu; Lembar kedua untuk Pihak Kedua; Lembar ketiga untuk Yayasan; Lembar keempat untuk Arsip Universitas Unggul Abadi.



Yogyakarta, 24 Oktober 2016

Pihak Kedua
Pihak Kesatu




Riana Rika Ratih, S.IP, M.A.
Prof. Dr. Dirga Raga Raharja
19550101 19850101 1 001

Contoh Surat Perintah Kerja dalam Rangka Tugas Dinas

Surat perintah kerja adalah jenis surat dinas yang isinya berupa perintah dari seorang atasan atau pimpinan kepada bawahannya menyangkut sebuah petunjuk kerja yang harus dilakukan oleh pihak tertentu sebagai penerima perintah kerja tersebut.

Di dalam surat perintah kerja ini, umumnya menggunakan bahasa perintah yang jelas. Contoh kalimat pembuka surat perintah kerja, misalnya :
  • Dengan ini … , memerintahkan … , untuk melaksanakan …, dan ….
  • Yang bertanda tangan di bawah ini … , selanjutnya disebut pihak pertama …, memberikan perintah kepada … , selanjutkan disebut sebagai pihak kedua, bersedia melaksanakan perintah kerja dari pihak pertama dengan ketentuan sebagaiberikut.

Di dalam surat perintah kerja, terkadang juga disertakan sarana atau perangkat kerja yang harus digunakan dalam melaksanakan perintah kerja yang dimaksudkan. Tapi jika tidak ada, bisa tidak dicantumkan, menyesuaikan isi dari perintah kerja tersebut.

Surat perintah kerja umumnya tidak menggunakan kalimat penutup. Jika pun menggunakan kalimat penutup, berarti hanya sebatas formalitas dan penggunaan kalimatnya juga memakai kalimat yang biasanya digunakan seperti dalam surat tugas atau surat undangan.

Contoh kalimat penutup dalam surat perintah kerja yang mungkin adalah :
  • Kami harapkan perintah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik -baiknya.
  • Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
  • Mohon perintah ini dapat diperhatikan dengan baik.

Agar lebih jelas, bisa diperhatikan pada contoh surat perintah kerja yang akan disertakan berikut ini.


Simak juga: SURAT PEMOHONAN IZIN CUTI BERSALIN

Contoh Surat Perintah Kerja

Sekolah Menengah Pertama Ibu Pertiwi
Jalan Pedaringan Raya No. 111, Kartasura, Jawa Tengah.
Telp. 0271 9898989
----------------------------------------------------------------------------
Nomor
: 111/SMP-IP/X/2016
Lampiran
: -
Hal
: Surat Perintah

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
: Ir. Budi Harnandi
Jabatan
: Kepala Sekolah SMP Ibu Pertiwi
Alamat
: Jl. Pedaringan Raya No. 111, Karanganyar, Jawa Tengah.

Selanjutnya ia disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Memberikan perintah untuk menata sarana dan prasaran laboratorium bahasa dna perpustakaan SMP Ibu Pertiwi.
Kepada :

Nama
: Dinda Ariyana, S. S.
Jabatan
: Guru Sekolah SMP Ibu Pertiwi
Alamat
: Jl. Bangau Timur I, No 11, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selanjutnya ia disebut sebagai PIHAK KEDUA

Menerima dan bersedia untuk melaksanakan perintah kerja dari pihak pertama dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Jenis pekerjaan
- Penataan ruang lab bahasa, pengecekan fungsi sarana dan prasarana laboratorium bahasa serta pengecatan ruangan.
- Penataan ruang perpustakaan, rak -rak, dan pengecatan ruang perpustakaan.
- Klasifikasi buku dan pelabelan.
2) Syarat -syarat pekerjaan
Kualifikasi pekerjaan yang dimaksudkan, sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian kerja nomor 111/SMP-BP/X/2016, tanggal 1 Oktober 2016.
3) Biaya pekerjaan
- Biaya pekerjaan berjumlah Rp 9.500.000,00 (sembilan juta lima ratus ribu rupiah)
- Pembayaran dibagi menjadi dua tahap. Pembayaran pertama dilaksanakan setelah pekerjaan selesai 50 %, dan pembayaran tahap kedua dilaksanakan setelah pekerjaan selesai 100 %.


19 Oktober 2016
Pihak Pertama
Pihak Kedua




Ir. Budi Harnandi
Dinda Ariyana, S. S.

CONTOH SURAT LAMARAN BAHASA INGGRIS

January,28 2016


Jordan Eugine
Cosmos Nations Ltd
Ahmad Yani 44 street
Semarang 65127

Dear Mr.Jordan

I am writing to you in response to your advertisement for assistant administration, which appeared in the Solopos on Monday, January 25 2016. As you can see from my enclosed  resume,my experience, and my qualifications match in this position’s requirement.
The opportunity presented in this vacancy is very interesting and I believe that my qualifications will make me a very competitive candidate for this position because I graduated from Pajajaran University majoring in Administration management two years ago, I can operate computer (Under Windows and UnderLinux), I master English, Idonesian and Japanesse either written or spoken, I have charming personality and good interpersonal skill, and also I have a big motivasi and qualified to can work in your company.
Please see my resume for additional information on my experience. Thank you for your time and consideration. Ican be reached via phone number 085-642-676-117 or via email at Josearbany@gmail.com.
And I look forward to speaking with you about this employment opportunity.


Sincerely,

TTD

Jose Arbany

Complaint Order

HEALTH INSURANCE MEDICINE.CO
Jalan Palung Merah No.65
Surabaya
------------------------------------------------------------------------------------------------
14 March 2016

Nomor
: 78/HIM-O/III/2016
Subject
: Complaint Order
Enc.
: -

Mr. Veronica Davin
PT SEMBADA ABADI
Jalan Lombok Ijo No.98
Surabaya

Dear Madam,

We have received our order some days ago. We thank for your fast delivery order.

We are really sorry for some damage of office utensils that we received. The damage is on two document racks, three orders and two document keepers. We want you to sent back our order immediately without extra payment delivery.

We will be more glad if you don’t have mistakes. We are looking forward for better bussines deals with you


Sincerely yours,



TTD



Chaterine Analson

Manager